Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang semakin canggih serta tingginya persaingan di masing-masing negara membuat pemerintah gencar mempersiapkan pendidikan yang memeliki kualitas tinggi. Untuk kepentingan tersebut pemerintah memprogramkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai acuan dan pedoman bagi pelaksanaan pendidikan untuk mengembangkan berbagai ranah pendidikan (pengatahuan, keterampiln dan sikiap) dalam seluruh jenjang dan jalur pendidikan, khususnya pada jalur pendidikan sekolah. Hal ini terutama terkait dengan prinsip pengembangan KTSP berdasarkan landasan dari “Sistem Pendidikan Nasional sesuai dengan UU NO. 20 Tahun 2003”, dan “PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional dan Peningkatan Mutu Pendidikan” yang dirancang oleh Menteri Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2002.

Pengembangan kurikulum merupakan suatu proses yang kompleks, dan melibatkan berbagai faktor yang saling terkait. Oleh karena itu dalam proses pengembangan kurikulum tersebut, tidak hanya menuntut keterampialan teknis dari pihak pengembang terhadap pengembangan berbagai komponen kurikulum, tetapi harus pula dipahami berbagai faktor yang mempenngaruhinya.

Acuan operasional penyusunan KTSP terdiri dari peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia, peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik, keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan, tuntutan pembangunan daerah dan nasional, tuntuan dunia kerja, perkembangan iptek, agama, dinamika perkembangan global perstuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan, kondisi sosial budaya masyarakat setempat, kesetaraan gender dan karakteristik satuan pendidikan.

Dalam pendidikan terdapat dua jenis standar yaitu standar akademis dan standar kompetensi. Standar akademis merefleksikan pengetahuan dan keterampilan esensial setiap ilmu yang harus dipelajari oleh seluruh peserta didik. Sedangkan standar kompetensi ditunjukan dalam proses atau hasil kegiatan yang didemonstrasikan oleh peserta didik sebagai penerapan dari pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari. Dengan demikian, standar akademis bisa sama untuk seluruh peserta didik, tetapi standar kompetensi bisa berbeda.

Dalam rangka membantu mewujudkan tujuan sekolah, maka masing-masing sekolah menerapkan kegiatan ekstra krikuler (ekskul) bagi para siswanya, di luar kegiatan organisasi intra sekolah (OSIS). di SMAN 1 Jampangkulon, terdapat beraneka ragam kegiatan ekskul yang bisa di ikuti oleh para siswa. Beberapa jenis ekskul tersebut antara lain:

1. Pramuka

(baca selengkapnya……..)

2. Palang Merah Remaja (PMR)

(baca selengkapnya……..)

3. Kerohanian Siswa (Rohis)

(Baca selengkapnya……..)

4. Olah Raga

(Baca selengkapnya……..)

3. Kesenian

5. dll


0 Responses to “Ekskul”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Anda adalah pengunjung yang ke:

  • 25,400

Kalender

Desember 2016
S S R K J S M
« Nov    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

%d blogger menyukai ini: