25
Mei
08

Menerapkan Pendidikan Kebangsaan dalam Kurikulum Sekolah Perlu Konsep Operasional

Pendidikan kebangsaan merupakan salah satu konsekuensi paling penting dari pembangunan kebangsaan untuk mewujudkan ingtegritas bangsa Indonesia. Konsep pendidikan kebangsaan dapat dipandang sebagai renaisans pendidikan Indonesia yang bertujuan untuk memberikan keseimbangan pendidikan antara kecerdasan otak, kecerdasan hati, dan kecerdasan kinestetik melalui integrasi dengan sistem pendidikan yang sudah ada dan berjalan saat ini.

Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan, untuk menerapkan konsep pendidikan kebangsaan ke dalam kurikulum sekolah diperlukan suatu konsep operasional. “Untuk menjadikan konsep pendidikan kebangsaan menjadi operasional maka terlebih dahulu harus menentukan key performance indicator,” katanya saat memberi sambutan pada acara Peringatan Satu Abad Kebangkitan Nasional 1908-2008 di SMAN 11 Yogyakarta, Selasa (20/05/2008) .

SMAN 11 Yogyakarta merupakan tempat penyelenggaraan Kongres I Organisasi Boedi Oetomo. Kelahiran Boedi Oetomo menandai fase baru perjuangan bangsa yang mentransformasi strategi melawan kolonialisme dari perjuangan tradisional ke bentuk perjuangan politik melalui organisasi modern.

Mendiknas menyampaikan, dalam menyusun konsep operasional pendidikan kebangsaan sudah harus diputuskan program-program apa yang akan dilaksanakan. “Time frame dan targetnya harus jelas. Hanya dengan cara seperti itu akan bisa melaksanakan konsep pendidikan kebangsaan. Kalau SMAN 11 (Yogyakarta) ini kemudian ingin mengisi kurikulumnya sesuai dengan konsep kebangsaan, silakan,” katanya.

Menurut Mendiknas, perspektif kebangsaan sudah melekat dalam konsep pendidikan kebangsaan. Dia menyebutkan, beberapa konsep tersebut diantaranya adalah konsep berwawasan lingkungan, pembangunan berkelanjutan, pemerataan dan kecukupan akses. “Sudah ada komitmen pada mutu, daya saing, dan relevansi pendidikan terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Mendiknas mencontohkan, salah satu sekolah yang telah menerapkan konsep pendidikan kebangsaan adalah SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah. Menurut Mendiknas, SMA ini telah mengambil nilai yang dijunjung tinggi oleh gerakan Taman Siswa, yang merupakan kelanjutan gerakan Boedi Oetomo.

Pada kesempatan yang sama, Mendiknas menerima rancangan “Pendidikan Kebangsaan: Ruh Monumen Kebangsaan Indonesia”. Selain itu, Mendiknas menandatangani prasasti pembangunan kembali sekolah pasca gempa bumi pada 27 Mei 2006 di Provinsi Jawa Tengah dan DIY. Sekolah-sekolah tersebut yakni, SDN Mojayan Waton Tengah, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, SDN Golo Kota Yogyakarta, Provinsi DIY, SMKN 1 Sedayu, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY, dan SMKN 2 Kota Yogyakarta, Provinsi DIY.***

Sumber: Pers Depdiknas (www.depdiknas.go.id)

0 Responses to “Menerapkan Pendidikan Kebangsaan dalam Kurikulum Sekolah Perlu Konsep Operasional”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Anda adalah pengunjung yang ke:

  • 25,400

Kalender

Mei 2008
S S R K J S M
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

%d blogger menyukai ini: