Arsip untuk Kategori 'Informasi Pendidikan'

20
Agu
08

KODE ETIK GURU INDONESIA

Persatuan Guru Republik Indonesia menyadari bahwa Pendidikan adalah merupakan suatu bidang Pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa dan Tanah Air serta kemanusiaan pada umumnya dan …….Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan Undang –Undang Dasar 1945 . Maka Guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya sebagai Guru dengan mempedomani dasar –dasar sebagai berikut :

  1. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangun yang berjiwa Pancasila
  2. Guru memiliki kejujuran Profesional dalam menerapkan Kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing –masing .
  3. Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik , tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan .
  4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik –baiknya bagi kepentingan anak didik
  5. Guru memelihara hubungan dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan .
  6. Guru secara sendiri – sendiri dan atau bersama – sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu Profesinya .
  7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun didalam hubungan keseluruhan .
  8. Guru bersama –sama memelihara membina dan meningkatkan mutu Organisasi Guru Profesional sebagai sarana pengapdiannya.
  9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang Pendidikan.
20
Agu
08

Lomba Penelitian Ilmiah Remaja 2008, Mendiknas: Semangat Menemukan Kebaruan

Jakarta, Selasa (12 Agustus 2008) — Sesuatu hasil penelitian mempunyai nilai riset hanya kalau menyumbangkan kebaruan. Sementara kebaruan sebetulnya sudah ada di alam semesta, tetapi baru diketahui oleh manusia untuk pertama kalinya. Penelitian berfungsi untuk memperluas horison ilmu pengetahuan. Horison dari apa yang bisa dipahami dan dikuasai oleh manusia secara empirik.

“Tujuan utama Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) adalah membangun minat, hasrat, dan mengembangkan rasa ingin tahu. Minat dan hasrat untuk meneliti itu hanya akan kuat kalau ada rasa ingin tahu tentang apa yang terjadi di alam semesta dan di lingkungan sosial kita ini. Dengan keingintahuan yang kuat itulah maka akan berkembang semangat untuk menemukan kebaruan,” kata Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo saat membuka LPIR ke-31 2008 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (12/08/2008).

Mendiknas mengatakan, semangat menemukan kebaruan itulah yang menjadi pangkal dari semangat kretivitas. Apalagi, kata dia, akhir-akhir ini Indonesia berminat untuk mengembangkan industri kreatif. Suatu industri yang ditopang dengan produk berupa barang jasa sebagai hasil kreativitas manusia. “Untuk bisa kreatif maka penguasaan teknologi dan teknokrasi menjadi sangat penting dan untuk menguasai teknologi dan teknokrasi maka penguasaan ilmu – ilmu dasar termasuk metodologi penelitian menjadi sangat penting,” ujarnya.

Lebih lanjut Mendiknas mengatakan, kreativitas juga bisa dikembangkan melalui olah rasa, pendidikan estetika, dan aktivitas kegiatan hati. Menurut Mendiknas, kreativitas yang berbasis pada teknologi dan teknokrasi akan lebih ideal jika dipadu dengan kreativitas yang berbasis pada estetika dan juga terintegrasi dengan inspired creativity. “Hasilnya bisa menjadi barang dan jasa yang super kreatif,” katanya.

Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Mandikdasmen) Depdiknas, Suyanto, melaporkan, LPIR merupakan kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun bagi para remaja khususnya siswa SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK. Pada LPIR 2008, kata dia, jumlah naskah yang masuk ke sekretariat panitia sebanyak 1.111 naskah untuk jenjang SMA, sedangkan untuk jenjang SMP/MTs sebanyak 1.051 naskah. “Dewan juri telah melakukan penilaian karya tulis untuk penentuan finalis dan ditetapkan sebanyak 36 finalis untuk tingkat SMA dan 99 finalis untuk tingkat SMP,” katanya.

Para finalis tersebut, lanjut Suyanto, akan mengikuti wawancara mulai 12 – 14 Agustus 2008 guna menentukan pemenang tingkat nasional. Dia menyebutkan, jumlah naskah yang terpilih berdasarkan disiplin ilmu yakni, bidang Pertanian (3), Biologi (4), Matematika (1), Fisika/Mesin/Elektronika (3), Kimia/Geologi (3), Kesehatan/Psikologi (3), Bahasa/Kesusastraan (4), Sejarah/Kebudayaan (3), Ekologi/antarbidang (3), Ekonomi/Manajemen (3), Pendidikan (3), Sosiologi (3).***

Sumber: Pers Depdiknas
Penulis: Pers Depdiknas

http://www.depdiknas.go.id/

04
Jun
08

376.000 Sarjana Indonesia Menjadi Pengangguran

Saat ini, masalah utama dari sekitar 376.000 sarjana Indonesia adalah menjadi pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan. Padahal, mahasiswa dinilai memiliki keberanian dan jiwa kreatif untuk menjadi seorang wirausahawan.

Demikian dikatakan Budi G. Sadikin, Direktur Micro and Retail Banking, ketika hadir sebagai pembicara dalam “Workshop Wirausaha Muda Mandiri” kerja sama PCAD ITB dengan Bank Mandiri yang berlangsung di Aula Barat ITB, Jln. Ganeca (2/6).

“Dari 220 juta penduduk di Indonesia, hanya 450.000 di antaranya atau hanya 0,2 persen yang menjadi wirausahawan. Sementara di negara-negara maju, rata-rata sebesar dua persen dari total keseluruhan penduduk. Itulah yang menyebabkan Indonesia kebanjiran pengangguran dan kehabisan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Lebih lanjut Budi menegaskan, generasi muda diharapkan tidak lagi mencari kerja melainkan sudah saatnya untuk menciptakan pekerjaan dan membuka peluang usaha.

“Potensi wirausaha muda di Indonesia sangat besar. Maka dari itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak agar mahasiswa dapat dengan bebas berwirausaha. Di antaranya adalah dukungan pemerintah yang tepat sasaran, adanya program pemberdayaan mahasiswa dari pihak kampus, serta bantuan permodalan yang salah satunya dari perbankan,” katanya.

Dalam workshop itu, hadir pula artis Dian Sastrowardoyo sebagai duta wirausaha muda mandiri. Dian mengatakan, pekerjaannya di dunia entertainment sedikit mirip dengan wirausaha. “Workshop semacam ini merupakan strategi yang brilian untuk memerangi kemiskinan pada akhirnya karena dapat mencetak para wirausahawan muda, dan hal tersebut akan mempersempit pengangguran,” katanya.

Modal bagi mahasiswa

Sementara itu, Sukoriyanto Saputro dari Micro Business Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menyebutkan, di tahun 2008 ini, Bank Mandiri menyediakan program bantuan permodalan bagi 1.000 mahasiswa se-Indonesia yang mencoba mengembangkan minatnya menjadi wirausaha. Kriteria usaha mahasiswa yang akan mendapat bantuan modal di antaranya, usaha tersebut harus sudah berjalan, nyata, dan berprospek. Modal diberikan dalam bentuk pinjaman mulai Rp 5 juta dan bisa lebih besar lagi bergantung pada jenis usaha.

Salah seorang peserta workshop, Erdo Desyan (20) mengatakan, ia tertarik menjadi wirausahawan karena menjadikannya lebih mandiri dan bertanggung jawab. Ia memulai usahanya dengan berjualan merchandise di kalangan kampus. Usahanya kini telah berjalan sekitar satu setengah tahun dan ia berniat ingin menekuninya lebih lanjut. “Hanya, perhatian saya masih terbagi dengan kuliah. Oleh karena itu, saat ini wirausaha masih menjadi sampingan. Mungkin nanti setelah selesai kuliah bisa dilanjutkan lagi,” kata mahasiswa tingkat dua fakultas farmasi ini.

Hadirnya dua orang wirausaha muda pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2007, Elang Gumilang dan Saptoari Sugiharto menambah daya tarik tersendiri dalam workshop siang itu. Keduanya merupakan contoh generasi muda yang berhasil menjalankan usahanya sendiri.

Sumber: Pikiran Rakyat Online 03/06/08




Anda adalah pengunjung yang ke:

  • 7,766

Kalender

November 2009
S S R K J S M
« Agu    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30