Arsip untuk Agustus, 2008

22
Agu
08

Pengetahuan Pendidik Terhadap Sejarah Masih Minim

Masih minim tingkat wawasan, pengetahuan dan daya kritis para pendidik pelajaran sejarah tentang sejarah budaya Jawa Barat. Selain muatan pelajaran sejarah dalam kurikulum yang diterapkan saat ini atau kurikulum berbasis kompetensi, dirasakan masih minim, latarbelakang pendidik juga menjadi penyebab.

“Kondisi ini cukup memprihatinkan karena pelajaran sejarah merupakan sarana untuk memperkenalkan jati diri bangsa. Selain itu melalui pelajaran sejarah merupakan sarana menanamkan semangat nasionalisme bagi siswa sekolah,” ujar Kepala Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat, Wawan Ridwan, S.H., Kamis (21/8).

Menurut Wawan, dibandingkan dengan kurikulum beberapa tahun sebelumnya, kurikulum berbasis kompetensi saat ini mengalami kemunduran, terutama dalam hal bobot dan nilai yang dikurangi. Menurunya bobot pelajaran sejarah yang dikurangi, dikhawatirkan siswa-siswa ataupun generasi yang akan datang tidak lagi mengenal sejarah budaya bangsanya sendiri.

Wawan mengkritik metode pelajaran sejarah yang cenderung informatif dengan menekankan hafalan sehingga menjadikan siswa pasif. Materi sejarah yang diberikan juga terlalu luas karena mencakup berbagai dimensi sejarah, hal ini diperparah dengan latar belakang pengajar yang bukan dari bidangnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengajar agar mengarahkan pelajaran sejarah dengan menekankan keterlibatan pengalaman siswa dengan melihat objek sejarah secara langsung.

“Materi perlu difokuskan dan siswa didorong lebih aktif lagi, semisal mengunjungi tempat bersejarah ataupun museum,” ujar Wawan.

Sumber: Pikiran-rakyat.com 22/08/2008

21
Agu
08

Pastikan Anggaran Pendidikan 20% Tepat Sasaran

JAKARTA, – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Mendiknas, gubernur, bupati dan walikota memastikan rencana anggaran pendidikan minimal 20 % pada APBN 2009 dapat mencapai sasaran yang tepat. Diharapkan, tidak ada lagi gedung sekolah dan fasilitasnya yang memprihatinkan.

“Saya ingin, mendiknas, gubernur, bupati dan walikota untuk memastikan, ke depan tidak ada lagi gedung sekolah yang memprihatinkan. Saya akan cek di lapangan bersama gubernur, untuk memastikan anak-anak kita aman dan bisa belajar dengan baik,” kata Presiden pada acara Peluncuran Buku Teks Pelajaran Murah di Istana Negara Jakarta, Rabu (20/8).

Dari pengalaman berkunjung ke daerah, kata Presiden, ada tiga hal yang dikeluhkan masyarakat. Pertama, harga buku yang relatif mahal serta sering gonta ganti. Kedua, gedung sekolah banyak yang tidak layak dan tidak aman.Terakhir, permintaan agar kesejahteraan guru bisa ditingkatkan. “Kebijakan buku murah tentu menguntungkan kita semua,” kata Presiden.

Meski anggaran pendidikan bisa tercapai 20% dari APBN 2009, Presiden meminta agar biaya rutin dan biaya manajemen lembaga pendidikan tetap efesien, tidak perlu ikut-ikutan dinaikkan. Presiden berharap masyarakat ikut mengawasi. “Masukkan ke SMS saya dan lakukan pengawasan jangan sampai ada penyimpangan,” katanya.

Presiden mengatakan, pendidikan menjadi prioritas kebijakan nasional baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. “Saya mengajak seluruh komponen bangsa, pemerintah pusat, gubernur, bupati, walikota, lembaga pendidikan, swasta, pendidik, orang tua dan masyarakat bersinergi dan bersama-sama menyukseskan pendidikan,” kata Presiden.

Presiden meresmikan Peluncuran Buku Teks Pelajaran Murah bersamaan dengan peresmian Pembukaan Olimpiade Internasional Astronomi dan Astrofisika (IOAA) ke-2. IOAA akan digelar di Bandung mulai 20-27 Agustus 2008.

Sementara itu, politisi dari F-PKS Rama Pratama mengatakan, anggaran pendidikan 20% atau sekitar Rp 210 triliun harus dapat dipertanggungjawabkan. “Depdiknas dan Departemen Agama harus menyusun kesiapan dan dapat mempertanggungjawabkannya,” kata Rama.

Hal senada disampaikan politisi F-PAN Didik J. Rachbini yang meminta pemerintah untuk konsisten menjalankan anggaran pendidikan 20%. Didik mendesak anggaran itu dapat dilakukan berkelanjutan. “Jangan hanya menjelang pemilihan umum 2009, kemudian kedepan tidak lagi dijalankan,” katanya.

Sumber: Pikiran Rakyat, 21/08/2008

20
Agu
08

KODE ETIK GURU INDONESIA

Persatuan Guru Republik Indonesia menyadari bahwa Pendidikan adalah merupakan suatu bidang Pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa dan Tanah Air serta kemanusiaan pada umumnya dan …….Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan Undang –Undang Dasar 1945 . Maka Guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya sebagai Guru dengan mempedomani dasar –dasar sebagai berikut :

  1. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangun yang berjiwa Pancasila
  2. Guru memiliki kejujuran Profesional dalam menerapkan Kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing –masing .
  3. Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik , tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan .
  4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik –baiknya bagi kepentingan anak didik
  5. Guru memelihara hubungan dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan .
  6. Guru secara sendiri – sendiri dan atau bersama – sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu Profesinya .
  7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun didalam hubungan keseluruhan .
  8. Guru bersama –sama memelihara membina dan meningkatkan mutu Organisasi Guru Profesional sebagai sarana pengapdiannya.
  9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang Pendidikan.
20
Agu
08

Lomba Penelitian Ilmiah Remaja 2008, Mendiknas: Semangat Menemukan Kebaruan

Jakarta, Selasa (12 Agustus 2008) — Sesuatu hasil penelitian mempunyai nilai riset hanya kalau menyumbangkan kebaruan. Sementara kebaruan sebetulnya sudah ada di alam semesta, tetapi baru diketahui oleh manusia untuk pertama kalinya. Penelitian berfungsi untuk memperluas horison ilmu pengetahuan. Horison dari apa yang bisa dipahami dan dikuasai oleh manusia secara empirik.

“Tujuan utama Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) adalah membangun minat, hasrat, dan mengembangkan rasa ingin tahu. Minat dan hasrat untuk meneliti itu hanya akan kuat kalau ada rasa ingin tahu tentang apa yang terjadi di alam semesta dan di lingkungan sosial kita ini. Dengan keingintahuan yang kuat itulah maka akan berkembang semangat untuk menemukan kebaruan,” kata Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo saat membuka LPIR ke-31 2008 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (12/08/2008).

Mendiknas mengatakan, semangat menemukan kebaruan itulah yang menjadi pangkal dari semangat kretivitas. Apalagi, kata dia, akhir-akhir ini Indonesia berminat untuk mengembangkan industri kreatif. Suatu industri yang ditopang dengan produk berupa barang jasa sebagai hasil kreativitas manusia. “Untuk bisa kreatif maka penguasaan teknologi dan teknokrasi menjadi sangat penting dan untuk menguasai teknologi dan teknokrasi maka penguasaan ilmu – ilmu dasar termasuk metodologi penelitian menjadi sangat penting,” ujarnya.

Lebih lanjut Mendiknas mengatakan, kreativitas juga bisa dikembangkan melalui olah rasa, pendidikan estetika, dan aktivitas kegiatan hati. Menurut Mendiknas, kreativitas yang berbasis pada teknologi dan teknokrasi akan lebih ideal jika dipadu dengan kreativitas yang berbasis pada estetika dan juga terintegrasi dengan inspired creativity. “Hasilnya bisa menjadi barang dan jasa yang super kreatif,” katanya.

Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Mandikdasmen) Depdiknas, Suyanto, melaporkan, LPIR merupakan kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun bagi para remaja khususnya siswa SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK. Pada LPIR 2008, kata dia, jumlah naskah yang masuk ke sekretariat panitia sebanyak 1.111 naskah untuk jenjang SMA, sedangkan untuk jenjang SMP/MTs sebanyak 1.051 naskah. “Dewan juri telah melakukan penilaian karya tulis untuk penentuan finalis dan ditetapkan sebanyak 36 finalis untuk tingkat SMA dan 99 finalis untuk tingkat SMP,” katanya.

Para finalis tersebut, lanjut Suyanto, akan mengikuti wawancara mulai 12 – 14 Agustus 2008 guna menentukan pemenang tingkat nasional. Dia menyebutkan, jumlah naskah yang terpilih berdasarkan disiplin ilmu yakni, bidang Pertanian (3), Biologi (4), Matematika (1), Fisika/Mesin/Elektronika (3), Kimia/Geologi (3), Kesehatan/Psikologi (3), Bahasa/Kesusastraan (4), Sejarah/Kebudayaan (3), Ekologi/antarbidang (3), Ekonomi/Manajemen (3), Pendidikan (3), Sosiologi (3).***

Sumber: Pers Depdiknas
Penulis: Pers Depdiknas

http://www.depdiknas.go.id/




Anda adalah pengunjung yang ke:

  • 7,696

Kalender

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031