11
Nov
10

Penerimaan CPNS di Jabar Dilaksanakan Serentak

Selasa, 09/11/2010 – 14:24

Pengumuman penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) akan dilakukan serentak oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Jabar) serta kabupaen/kota pada Jumat (12/11). Pengumuman tersebut akan diumumkan melalui media cetak dan internet. Sedangkan, untuk total formasi CPNS yang dibutuhkan di Provinsi Jawa Barat mencapai 4.800 orang.

Demikian yang dikemukakan oleh Ketua Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jabar, Achadiat Supratman, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kota Bandung, Selasa (9/11). Menurut dia, pendaftaran akan dilakukan secara tentatif berdasarkan cap pos terakhir per tanggal 12 November hingga 19 November 2010.

“Hasil rapat tentang kesamaan persepsi dalam rangka penjadwalan dengan 22 kabupaten/kota se-Jabar kemarin (Senin-red), sudah kita sepakati bahwa Jumat (12/11) sebagai pengumuman penerimaan CPNS. Sementara untuk pelaksanaan tes akademisnya akan dilakukan pada Minggu tanggal 5 Desember 2010,” kata Achadiat.

Dia menjelaskan, untuk pendaftaran di tingkat provinsi, pihaknya akan menggunakan media elektronik atau internet, sedangkan pada tingkat kabupaten/kota masih menggunakan sistem kode pos. Perbedaan sistem penerimaan tersebut, karena pihaknya yang berada di tingkat provinsi sudah mempersiapkan SDMnya dengan baik agar lebih siap dalam membangun akses penerimaan jalur CPNS melalui internet.

“Dengan menggunakan akses internet maka akan memudahkan dalam bekerja serta akurasi terhadap pendaftar sangat tinggi. Selain itu, pelayanan akan lebih baik apabila pendaftaran sudah dilakukan melalui internet,” tuturnya.

Sementara untuk soal yang akan diujiankan, kata dia, akan menggunakan standar nasional yakni tes kompentesi dasar (TKD) yang terdiri dari tiga item. Pertama, soal skala kematangan. Kedua, soal bakat skolastik. Dan yang ketiga soal pengetahuan umum. “Sama seperti tahun kemarin, soal yang harus dikerjakan para peserta mencapai 100 soal, dengan waktu pengerjaannya mencapai 120 menit,” katanya.

Dia mengungkapkan, dari total keseluruhan kebutuhan CPNS di Provinsi Jabar yang mencapai 4.800 orang, Kab. Bogor yang mengajukan kebutuhan paling banyak yakni mencapai 354 orang. Sementara yang paling sedikit mengajukan ialah Kota Sukabumi 153 orang.“Sementara kabupten/kota lain seperti Kab. Bekasi mencapai 257 orang, Kota Depok membutuhkan 256 orang, Kota Bandung mencapai 207 orang, Kab. Bandung sebanyak 223 kuota,” katanya. Dia menambahkan, untuk pengumuman hasil CPNS akan diumumkan pada tanggal 15 Desember 2010.

Apabila terjadi kecurangan pada saat proses seleksi dilaksanakan, menurut dia, pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut. “Kalau ada kecurangan seperti ada calo, joki, lalu ada oknum yang menawarkan bahwa peserta bisa diterima jadi CPNS, laporkan saja ke Kantor BKD Provinsi Jabar, Kota Bandung, atau ajukan keluhan tersebut ke situs kami http://www.bkd.jabarprov.go.id,” katanya.
Menurut dia, selama ini kasus perjokian tidak pernah terjadi di Provinsi Jabar. “Tidak ada seperti itu, karena kita akan mengawasi secara ketat proses seleksi tersebut. Kalau ada, pasti akan dipidanakan,” ujarnya.
Sumber: (Pikiran-rakyat Online 10 Nopember 2010)

22
Agu
08

Pengetahuan Pendidik Terhadap Sejarah Masih Minim

Masih minim tingkat wawasan, pengetahuan dan daya kritis para pendidik pelajaran sejarah tentang sejarah budaya Jawa Barat. Selain muatan pelajaran sejarah dalam kurikulum yang diterapkan saat ini atau kurikulum berbasis kompetensi, dirasakan masih minim, latarbelakang pendidik juga menjadi penyebab.

“Kondisi ini cukup memprihatinkan karena pelajaran sejarah merupakan sarana untuk memperkenalkan jati diri bangsa. Selain itu melalui pelajaran sejarah merupakan sarana menanamkan semangat nasionalisme bagi siswa sekolah,” ujar Kepala Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat, Wawan Ridwan, S.H., Kamis (21/8).

Menurut Wawan, dibandingkan dengan kurikulum beberapa tahun sebelumnya, kurikulum berbasis kompetensi saat ini mengalami kemunduran, terutama dalam hal bobot dan nilai yang dikurangi. Menurunya bobot pelajaran sejarah yang dikurangi, dikhawatirkan siswa-siswa ataupun generasi yang akan datang tidak lagi mengenal sejarah budaya bangsanya sendiri.

Wawan mengkritik metode pelajaran sejarah yang cenderung informatif dengan menekankan hafalan sehingga menjadikan siswa pasif. Materi sejarah yang diberikan juga terlalu luas karena mencakup berbagai dimensi sejarah, hal ini diperparah dengan latar belakang pengajar yang bukan dari bidangnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengajar agar mengarahkan pelajaran sejarah dengan menekankan keterlibatan pengalaman siswa dengan melihat objek sejarah secara langsung.

“Materi perlu difokuskan dan siswa didorong lebih aktif lagi, semisal mengunjungi tempat bersejarah ataupun museum,” ujar Wawan.

Sumber: Pikiran-rakyat.com 22/08/2008

21
Agu
08

Pastikan Anggaran Pendidikan 20% Tepat Sasaran

JAKARTA, – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Mendiknas, gubernur, bupati dan walikota memastikan rencana anggaran pendidikan minimal 20 % pada APBN 2009 dapat mencapai sasaran yang tepat. Diharapkan, tidak ada lagi gedung sekolah dan fasilitasnya yang memprihatinkan.

“Saya ingin, mendiknas, gubernur, bupati dan walikota untuk memastikan, ke depan tidak ada lagi gedung sekolah yang memprihatinkan. Saya akan cek di lapangan bersama gubernur, untuk memastikan anak-anak kita aman dan bisa belajar dengan baik,” kata Presiden pada acara Peluncuran Buku Teks Pelajaran Murah di Istana Negara Jakarta, Rabu (20/8).

Dari pengalaman berkunjung ke daerah, kata Presiden, ada tiga hal yang dikeluhkan masyarakat. Pertama, harga buku yang relatif mahal serta sering gonta ganti. Kedua, gedung sekolah banyak yang tidak layak dan tidak aman.Terakhir, permintaan agar kesejahteraan guru bisa ditingkatkan. “Kebijakan buku murah tentu menguntungkan kita semua,” kata Presiden.

Meski anggaran pendidikan bisa tercapai 20% dari APBN 2009, Presiden meminta agar biaya rutin dan biaya manajemen lembaga pendidikan tetap efesien, tidak perlu ikut-ikutan dinaikkan. Presiden berharap masyarakat ikut mengawasi. “Masukkan ke SMS saya dan lakukan pengawasan jangan sampai ada penyimpangan,” katanya.

Presiden mengatakan, pendidikan menjadi prioritas kebijakan nasional baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. “Saya mengajak seluruh komponen bangsa, pemerintah pusat, gubernur, bupati, walikota, lembaga pendidikan, swasta, pendidik, orang tua dan masyarakat bersinergi dan bersama-sama menyukseskan pendidikan,” kata Presiden.

Presiden meresmikan Peluncuran Buku Teks Pelajaran Murah bersamaan dengan peresmian Pembukaan Olimpiade Internasional Astronomi dan Astrofisika (IOAA) ke-2. IOAA akan digelar di Bandung mulai 20-27 Agustus 2008.

Sementara itu, politisi dari F-PKS Rama Pratama mengatakan, anggaran pendidikan 20% atau sekitar Rp 210 triliun harus dapat dipertanggungjawabkan. “Depdiknas dan Departemen Agama harus menyusun kesiapan dan dapat mempertanggungjawabkannya,” kata Rama.

Hal senada disampaikan politisi F-PAN Didik J. Rachbini yang meminta pemerintah untuk konsisten menjalankan anggaran pendidikan 20%. Didik mendesak anggaran itu dapat dilakukan berkelanjutan. “Jangan hanya menjelang pemilihan umum 2009, kemudian kedepan tidak lagi dijalankan,” katanya.

Sumber: Pikiran Rakyat, 21/08/2008

20
Agu
08

KODE ETIK GURU INDONESIA

Persatuan Guru Republik Indonesia menyadari bahwa Pendidikan adalah merupakan suatu bidang Pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa dan Tanah Air serta kemanusiaan pada umumnya dan …….Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan Undang –Undang Dasar 1945 . Maka Guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya sebagai Guru dengan mempedomani dasar –dasar sebagai berikut :

  1. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangun yang berjiwa Pancasila
  2. Guru memiliki kejujuran Profesional dalam menerapkan Kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing –masing .
  3. Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik , tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan .
  4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik –baiknya bagi kepentingan anak didik
  5. Guru memelihara hubungan dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan .
  6. Guru secara sendiri – sendiri dan atau bersama – sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu Profesinya .
  7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun didalam hubungan keseluruhan .
  8. Guru bersama –sama memelihara membina dan meningkatkan mutu Organisasi Guru Profesional sebagai sarana pengapdiannya.
  9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang Pendidikan.
20
Agu
08

Lomba Penelitian Ilmiah Remaja 2008, Mendiknas: Semangat Menemukan Kebaruan

Jakarta, Selasa (12 Agustus 2008) — Sesuatu hasil penelitian mempunyai nilai riset hanya kalau menyumbangkan kebaruan. Sementara kebaruan sebetulnya sudah ada di alam semesta, tetapi baru diketahui oleh manusia untuk pertama kalinya. Penelitian berfungsi untuk memperluas horison ilmu pengetahuan. Horison dari apa yang bisa dipahami dan dikuasai oleh manusia secara empirik.

“Tujuan utama Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) adalah membangun minat, hasrat, dan mengembangkan rasa ingin tahu. Minat dan hasrat untuk meneliti itu hanya akan kuat kalau ada rasa ingin tahu tentang apa yang terjadi di alam semesta dan di lingkungan sosial kita ini. Dengan keingintahuan yang kuat itulah maka akan berkembang semangat untuk menemukan kebaruan,” kata Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo saat membuka LPIR ke-31 2008 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (12/08/2008).

Mendiknas mengatakan, semangat menemukan kebaruan itulah yang menjadi pangkal dari semangat kretivitas. Apalagi, kata dia, akhir-akhir ini Indonesia berminat untuk mengembangkan industri kreatif. Suatu industri yang ditopang dengan produk berupa barang jasa sebagai hasil kreativitas manusia. “Untuk bisa kreatif maka penguasaan teknologi dan teknokrasi menjadi sangat penting dan untuk menguasai teknologi dan teknokrasi maka penguasaan ilmu – ilmu dasar termasuk metodologi penelitian menjadi sangat penting,” ujarnya.

Lebih lanjut Mendiknas mengatakan, kreativitas juga bisa dikembangkan melalui olah rasa, pendidikan estetika, dan aktivitas kegiatan hati. Menurut Mendiknas, kreativitas yang berbasis pada teknologi dan teknokrasi akan lebih ideal jika dipadu dengan kreativitas yang berbasis pada estetika dan juga terintegrasi dengan inspired creativity. “Hasilnya bisa menjadi barang dan jasa yang super kreatif,” katanya.

Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Mandikdasmen) Depdiknas, Suyanto, melaporkan, LPIR merupakan kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun bagi para remaja khususnya siswa SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK. Pada LPIR 2008, kata dia, jumlah naskah yang masuk ke sekretariat panitia sebanyak 1.111 naskah untuk jenjang SMA, sedangkan untuk jenjang SMP/MTs sebanyak 1.051 naskah. “Dewan juri telah melakukan penilaian karya tulis untuk penentuan finalis dan ditetapkan sebanyak 36 finalis untuk tingkat SMA dan 99 finalis untuk tingkat SMP,” katanya.

Para finalis tersebut, lanjut Suyanto, akan mengikuti wawancara mulai 12 – 14 Agustus 2008 guna menentukan pemenang tingkat nasional. Dia menyebutkan, jumlah naskah yang terpilih berdasarkan disiplin ilmu yakni, bidang Pertanian (3), Biologi (4), Matematika (1), Fisika/Mesin/Elektronika (3), Kimia/Geologi (3), Kesehatan/Psikologi (3), Bahasa/Kesusastraan (4), Sejarah/Kebudayaan (3), Ekologi/antarbidang (3), Ekonomi/Manajemen (3), Pendidikan (3), Sosiologi (3).***

Sumber: Pers Depdiknas
Penulis: Pers Depdiknas

http://www.depdiknas.go.id/

04
Jun
08

Indonesia, Lab Hidup Pendidikan Inklusif

Indonesia dapat dipromosikan menjadi laboratorium (Lab.) hidup pendidikan inklusif. Hal ini dilatarbelakangi oleh keragaman budaya, bahasa, agama, dan kondisi alam yang terfragmentasi secara geologis dan geografis.

“Indonesia adalah laboratorium terbesar dan paling menarik untuk (menghadapi) permasalahan dan tantangan pendidikan inklusif karena inilah negara kepulauan yang terbesar di dunia dengan jumlah pulau lebih dari 17.000 buah,” kata Mendiknas Bambang Sudibyo pada Konferensi Asia Pasifik Pendidikan Inklusif di Bali, pekan kemarin.

Sebagaimana dikutip dalam siaran pers Mediacenter Depdiknas, Mendiknas menjelaskan, pendidikan inklusif bukan hanya ditujukan untuk anak-anak cacat atau ketunaan, melainkan juga bagi anak-anak yang menjadi korban HIV-AIDS, anak-anak yang berada di lapisan strata sosial ekonomi yang paling bawah, anak-anak jalanan (anjal), anak-anak di daerah perbatasan dan di pulau terpencil, dan anak-anak korban bencana alam.

“Anak-anak ini yang harus dilayani dengan pendidikan layanan khusus (PLK),” tuturnya.

Mendiknas mengatakan, untuk menangani pendidikan inklusif di Indonesia, diperlukan strategi khusus. Dia menyebutkan empat strategi pokok yang diterapkan pemerintah, yaitu peraturan perundang-undangan yang menyatakan jaminan kepada setiap warga negara Indonesia untuk memperoleh pelayanan pendidikan, memasukkan aspek fleksibilitas ke dalam sistem pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal. Selain itu, menerapkan pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan mengoptimalkan peranan guru

Sumber: Pikiran Rakyat Online 03/06/08

04
Jun
08

376.000 Sarjana Indonesia Menjadi Pengangguran

Saat ini, masalah utama dari sekitar 376.000 sarjana Indonesia adalah menjadi pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan. Padahal, mahasiswa dinilai memiliki keberanian dan jiwa kreatif untuk menjadi seorang wirausahawan.

Demikian dikatakan Budi G. Sadikin, Direktur Micro and Retail Banking, ketika hadir sebagai pembicara dalam “Workshop Wirausaha Muda Mandiri” kerja sama PCAD ITB dengan Bank Mandiri yang berlangsung di Aula Barat ITB, Jln. Ganeca (2/6).

“Dari 220 juta penduduk di Indonesia, hanya 450.000 di antaranya atau hanya 0,2 persen yang menjadi wirausahawan. Sementara di negara-negara maju, rata-rata sebesar dua persen dari total keseluruhan penduduk. Itulah yang menyebabkan Indonesia kebanjiran pengangguran dan kehabisan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Lebih lanjut Budi menegaskan, generasi muda diharapkan tidak lagi mencari kerja melainkan sudah saatnya untuk menciptakan pekerjaan dan membuka peluang usaha.

“Potensi wirausaha muda di Indonesia sangat besar. Maka dari itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak agar mahasiswa dapat dengan bebas berwirausaha. Di antaranya adalah dukungan pemerintah yang tepat sasaran, adanya program pemberdayaan mahasiswa dari pihak kampus, serta bantuan permodalan yang salah satunya dari perbankan,” katanya.

Dalam workshop itu, hadir pula artis Dian Sastrowardoyo sebagai duta wirausaha muda mandiri. Dian mengatakan, pekerjaannya di dunia entertainment sedikit mirip dengan wirausaha. “Workshop semacam ini merupakan strategi yang brilian untuk memerangi kemiskinan pada akhirnya karena dapat mencetak para wirausahawan muda, dan hal tersebut akan mempersempit pengangguran,” katanya.

Modal bagi mahasiswa

Sementara itu, Sukoriyanto Saputro dari Micro Business Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menyebutkan, di tahun 2008 ini, Bank Mandiri menyediakan program bantuan permodalan bagi 1.000 mahasiswa se-Indonesia yang mencoba mengembangkan minatnya menjadi wirausaha. Kriteria usaha mahasiswa yang akan mendapat bantuan modal di antaranya, usaha tersebut harus sudah berjalan, nyata, dan berprospek. Modal diberikan dalam bentuk pinjaman mulai Rp 5 juta dan bisa lebih besar lagi bergantung pada jenis usaha.

Salah seorang peserta workshop, Erdo Desyan (20) mengatakan, ia tertarik menjadi wirausahawan karena menjadikannya lebih mandiri dan bertanggung jawab. Ia memulai usahanya dengan berjualan merchandise di kalangan kampus. Usahanya kini telah berjalan sekitar satu setengah tahun dan ia berniat ingin menekuninya lebih lanjut. “Hanya, perhatian saya masih terbagi dengan kuliah. Oleh karena itu, saat ini wirausaha masih menjadi sampingan. Mungkin nanti setelah selesai kuliah bisa dilanjutkan lagi,” kata mahasiswa tingkat dua fakultas farmasi ini.

Hadirnya dua orang wirausaha muda pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2007, Elang Gumilang dan Saptoari Sugiharto menambah daya tarik tersendiri dalam workshop siang itu. Keduanya merupakan contoh generasi muda yang berhasil menjalankan usahanya sendiri.

Sumber: Pikiran Rakyat Online 03/06/08




Anda adalah pengunjung yang ke:

  • 20,001

Kalender

Oktober 2014
S S R K J S M
« Nov    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.